Sunday, June 2, 2019

Routing (Static & Dynamic)


A.      Routing Static
·         Pengertian
Routing static itu merupakan jenis dari routing yang dilakukan oleh admin jaringan untuk mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju dan semua itu dilakukan secara manual.
·         Ciri-ciri
-          Jalur spesifik ditentukan oleh admin jaringan.
-          Pengisian tabel routing dilakukan secara manual oleh admin jaringan.
-          Routing static ini biasanya digunakan untuk jaringan berskala kecil.
·         Kelebihan
-          Meringankan kinerja processor router.
-          Tidak ada bandwidth yang diguanakn untuk pertukaran informasi dari tabel isi routing pada saat pengiriman paket.
-          Routing statis lebih aman dibandingkan routing dinamis.
-          Routing Statis kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof dengan tujuan membajak traffic.
·         Kekurangan
-          Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-masing router yang digunakan.
-          Hanya dapat digunakan untuk jaringan berskala kecil.
-          Admisnistrasinya cukup rumit dibanding routing dinamis, terlebih jika banyak router yang harus dikonfigurasi secara manual.
-          Rentan terhadap kesalahan saat entri data routing statis yang dilakukan secara manual.
·         Cara Konfigurasi
Pada saat ingin mengkonfigurasi routing static, kita hanya cukup konfigurasi pada bagian pengisian ip address beserta netmask secara manual, baik dari router maupun pc.

Contoh : “ip add 192.168.1.1 255.255.255.252” Setelah router dan pc terbuhung kedalam jaringan, kemudian lakukan routing dengan cara mengetikkan perintah ip route. Contoh : “ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.2.2” begitu juga hal ini sama dilakukan di router ke-2 hanya saja mengganti ip yang ada di bagian paling belakang (tidak boleh sama).

B.      Routing Dynamic
·         Pengertian
Dynamic Route adalah sebuah router yang membuat tabel routing secara otomatis. Apa itu tabel routing? tabel routing merupakan tabel yang memuat tentang seluruh IP address dari interfaces router dan juga memuat tentang informasi routingnya. Dengan menggunakan lalu lintas jaringan dan juga saling berhubungan antara router lainnya. Dalam kata lain Dynamic route besifat dinamik dan mampu melakukan update route dengan cara medistribusikan informasi mengenai jalur terbaik ke router lain.
·         Ciri-ciri
-          Router berbagi informasi routing secara otomatis.
-          Jumlah gateway sangat banyak.
-          Routing tabel dibuat secara dinamik.
-          Membutuhkan protokol routing (contohnya RIP ,OSPF, dll).
·         Jenis-jenis Protokol Routing Dinamis
-          RIP (Routing Information Protocol): adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network).
-          IGRP (Interior Gateway Routing Protocol): adalah protocol distance vector yang diciptakan oleh perusahaan Cisco untuk mengatasi kekurangan RIP.
-          EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol): adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada CISCO.
-          OSPF (Open Shortest Path First): merupakan sebuah routing protokol berjenis IGRP (InteriorGateway Routing Protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana sobat microcyber2.com masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya.
-          BGP (Border Gateway Protocol): merupakan salah satu jenis routing protokol yang digunakan untuk koneksi antar Autonomous System (AS), dan salah satu jenis routing protokol yang banyak digunakan di ISP besar (Telkomsel) ataupun perbankan. BGP termasuk dalam kategori routing protokol jenis Exterior Gateway Protokol (EGP).
·         Kelebihan
-          Cocok untuk area besar/luas.
-          Hanya mengenalkan alamat yang terhubung langsung dengan routernya.
-          Bila terjadi penambahan suatu network baru tidak perlu semua router dikonfigurasi, hanya router yang berkaitan saja.
-          Router secara otomatis berbagi informasi.
-          Routing table dibuat secara dinamik.
-          Tidak perlu mengetahui semua alamat network yang ada.
-          Administrator tidak ikut campur tangan.
·         Kekurangan
-          Beban kerja router menjadi lebih berat karena selalu memperbarui IP Table pada setiap waktu tertentu.
-          Kecepatan pengenalan dan kelengkapan IP Table terbilang lama karena router membroadcast ke semua router lainnya sampai ada yang cocok sehingga setelah konfigurasi harus menunggu beberapa saat agar setiap router mendapat semua alamat IP yang ada.
·         Cara Konfigurasi
Misal:
o   Technical Order
§  outer ke router : Serial.
§  Router ke switch : FastEthernet (boleh pake Ethernet tapi lebih cepat FastEthernet).
§  Switch ke PC : FastEthernet.
§  Konektor yang warna merah menggunakan Serial DTE.
§   (recommended) Sebaiknya menggunakan Routers yang Generic (Router-PT) agar kita tidak perlu menambahkan modul pada komponen router.
§  (recommended) Untuk Switches gunakan Generic (Switch-PT).
§  Konfigurasi ini menggunakan CLI (command-line interface).
o   Konfigurasi PC
§  STERLING
PC 0 : IP 172.16.1.2GW 172.16.1.1
PC 1 : IP 172.16.1.3 GW 172.16.1.1
§  HOBOKEN
PC 2 : IP 172.16.3.2GW 172.16.3.1
PC 3 : IP 172.16.3.3 GW 172.16.3.1
§  WAYCROSS
PC 4 : IP 172.16.5.2 GW 172.16.5.1
PC 5 : IP 172.16.5.3 GW 172.16.5.1
o   Konfigurasi Router Dynamic
Pada saat nanti akan melakukan konfigurasi Dynamic route, Tambahkan semua network yang telah diatur pada masing masing router. Misalnya tambahkan semua network pada Sterling ke dalam settingan Router RIP pada Sterling. Untuk lebih jelasnya lihat konfigurasi di bawah ini:

Sterling
Router>en
Router#conf  ter
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 172.16.2.0
Router(config-router)#network 172.16.1.0

Hoboken
Router>en
Router#conf  ter
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 172.16.2.0
Router(config-router)#network 172.16.4.0
Router(config-router)#network 172.16.3.0

Waycross
Router>en
Router#conf ter
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 172.16.4.0
Router(config-router)#network 172.16.5.0


Universitas Kuningan

IP Public dan IP Private


Apa itu IP (Internet Protocol) Address ?
Merupakan alamat pengenal standar untuk semua perangkat di jaringan yang menggunakan protokol jaringan TCP/IP (contoh: jaringan Internet) agar semua komputer yang terhubung di dalamnya dapat saling berkomunikasi. Terdapat 2 jenis IP Address yang dapat diberikan kepada komputer dalam jaringan: IP address public dan IP address private.
A.      IP Address Public
IP public adalah alamat IP yang digunakan dalam jaringan global Internet serta penggunaan dan alokasinya diatur oleh InterNIC untuk menjamin penggunan IP address ini secara unik. Karena kelas IP address ini digunakan di dalam jaringan internet maka IP ini bisa diakses melalui jaringan internet secara langsung. Perangkat yang menggunakan IP public, seperti web server, mailserver, DNS server, game server ataupun perangkat lain dapat diakses dari jaringan manapun di dunia ini yang terkoneksi ke internet. Untuk dapat menggunakan IP public, suatu organisasi biasanya dapat mendaftarkan diri ke salah satu ISP (Internet Service Provider).
B.      IP Address Private
Disebut IP address private karena IP ini hanya dikenali dan bisa diakses dari jaringan local saja dan tidak bisa diakses melalui jaringan internet secara langsung tanpa bantuan router yang mempunyai fitur NAT. IP private digunakan untuk jaringan lokal agar sesama komputer dapat saling berkomunikasi, misalnya digunakan di jaringan sekolah, kantor, toko, warnet dan sebagainya. Perangkat yang terhubung ke jaringan lokal seperti printer, komputer, laptop, smartdevice menggunakan biasanya akan mendapatkan IP address private. Agar IP private dapat terhubung ke internet maka diperlukan router yang mempunyai kemampuan untuk melakukan NAT (Network Address Translation) agar semua device dengan IP private dapat terkoneksi ke internet dengan menggunakan IP public yang terkoneksi langsung ke Internet. Meskipun sudah terkoneksi ke internet, IP private tetap tidak bisa diakses langsung dari jaringan internet.
Dalam penggunaannya IP private tidak perlu didaftarkan ke pihak otoritas sebelum digunakan karena penggunaan IP private telah diatur, dialokasian dan distandarkan oleh IANA (Lembaga yang mengatur penggunaan dan pengalokasian IP address di seluruh dunia) dalam dokumen RFC 1918. Alokasi IPv4 private sesuai standar internasional ketika Internet Engineering Task Force (IETF) telah menunjuk Internet Assigned Numbers Authority (IANA) untuk mengalokasikan IPv4 untuk jaringan private, yang diterbitkan dalam dokumen RFC 1918.


Universitas Kuningan

OSI DAN TCP IP MODEL



1.       Layer OSI
OSI adalah standar komunikasi yang diterapkan di dalam jaringan komputer. Standar itulah yang menyebabkan seluruh alat komunikasi dapat saling berkomunikasi melalui jaringan. Model referensi OSI (Open System Interconnection) menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawab secara khusus pada proses komunikasi data. Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”.












Berikut fungsi 7 Layer OSI:

1.       Physical Layer, berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan.
2.       Data-link Layer, berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi.
3.       Network Layer, berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
4.       Transport Layer, berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima.
5.       Session Layer, berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
6.       Presentation Layer, berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
7.       Application Layer,  menjelaskan spesifikasi untuk lingkup dimana aplikasi jaringan berkomunikasi dg layanan jaringan. Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.

2.       Layer TCP/IP
Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam diagram di atas, TCP/IP mengimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis.
Berikut macam-macam layer TCP/IP:
1.       Network Access, Berfungsi mendefinisikan protokol-protokol dan hardware-hardware yang digunakan dalam pengiriman data. Pada layer ini terdapat protokol-protokol seperti ethernet pada LAN, PPP pada WAN, dan juga Frame Relay.
2.       Internet, Internet Layer memiliki fungsi sebagai penyedia fungsi IP Addressing, routing, dan menentukan path terbaik. Internet Layer memiliki 1 protokol yaitu TCP/IP.
3.       Transport, berfungsi menyediakan servis yang akan digunakan oleh Application Layer. Mempunyai 2 protokol utama yaitu TCP dan UDP.
4.       Application, Berfungsi menyediakan servis-servis terhadap software-software yang berjalan pada komputer. Protokol-protokol yang beroperasi pada Application Layer: HTTP, FTP, POP3, SMTP, dll.


Media Jaringan

Media komunikasi dalam jaringan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu media komunikasi kabel dan media komunikasi nirkabel/tanpa kabel.
Adapun macam-macam media komunikasi dalam jaringan, sebagai berikut:
A.      Media Transmisi Terpandu (Berkabel)
1.       Twisted-Pair Cable

Kabel ini terdiri dari kawat tembaga yang dipelintir menjadi pasangan. Kabel jenis ini hadir dalam 2 bentuk, yaitu Shielded Twisted Pair (STP) dan Unshielded Twisted Pair (UTP) yang diproduksi dengan berbagai variasi untuk berbagai macam scenario.
2.       Coaxial Cable
Digunakan secara luas dalam kabel televise, gedung-gedung perkantoran, dll. Kecepatan transmisi data berkisar antara 200 juta hingga 500 juta bit per detik.
3.       Fiber-Optic Cable
Digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Kelebihan serat optic kapasitas transmisi yang besar, daya lebih sedikit dibutuhkan. Kekurangannya biaya mahal, perlu prosedur khusus, dan perbaikan yang kompleks.
B.      Media Transmisi Unguided (Nirkabel/Wireless)
1.       Gelombang Mikro
Microwave adalah gelombang radio yang berpotensi pada frekuensi tinggi dan banyak digunakan pada system jaringan MAN. Keuntungannya adalah perolehan antar menara dan bisa membawa data dalam jumlah besar, biaya murah karena setiap antenna menara tidak memerlukan lahan yang besar. Kelebihan gelombang mikro sangat rentan terhadap cuaca seperti hujan.
2.       Satelit
Fungsi utamanya adalah menerima sinyal dari stasiun bumi dan meneruskannya ke arah lain. Satelit mengorbit di ketinggian 36.000 km. Manfaat satelit lebih murah daripada menggulung kabel antar benua.
3.       Inframerah
Biasa digunakan untuk komunikasi jarak dekat dengan kecepatan 4Mbps. Dalam penggunaannya untuk remote control. Kelebihannya mudah dipasang, fleksibel, dan kemananan lebih tinggi daripada gelombang radio. Kekurangannya jarak yang terbatas dan akan terganggu jika terkenan sinar matahari.

IP SUBNETTING KONSEP


Apa si subnetting itu?
Subnetting adalah proses membagi atau memecah sebuah network menjadi beberapa network yang lebih kecil atau yang sering di sebut subnet yang bertujuan untuk mempercepat jalur data.
Subnet mask adalah istilah yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID.
Representasi panjang prefiks dari sebuah subnet mask :
Cara yang digunakan untuk merepresentasikan sebuah subnet mask dengan menggunakan bit yang mendefinisikan network identifier sebagai sebuah network prefix dengan menggunakan notasi network prefix seperti tercantum dibawah ini.
A.      Contoh : Network identifier dari kelas B 138.96.0.0 memiliki subnet mask 255.255.0.0 dapat direpresentasikan sebagai 138.96.0.0/16
Biasanya dalam perhitungan subnetting semuanya pasti mengenai seputar Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Broadcast Address.IEFT.
Perhitungan subnetting :
Contoh:
Diketahui IP Addres = 192.168.31.2/27.Tentukan :
a.       Subnetmask
b.      Network Address
c.       Broadcast Address
d.      Rincian subnetnya
Jawaban :
a.       Sunbetmask
/27=11111111.11111111.11111111.11100000
255.255 .255.224
b.      Network Address
Untuk menghitung network address dapat di cari dengan menggabungkan IP Address dan subnetmask dengan menggunakan logika AND, seperti berikut :
IP Address          = 192.168.31.2
= 11000000.10101000.00011111.00000010
Netmask /27      = 11111111.11111111.11111111.11100000 AND
Net Address       = 11000000.10101000.00011111.00000000
= 192 . 168 . 31 . 0
c.       Broadcast Address
= 11000000.10101000.00011111.11111111
= 192 . 168 . 31 . 255
d.      Rincian subnet
jumlah blok subnet yg terbentuk = 2^3 = 8 buah blok
rentang / panjang blok tiap net = 32
1.192.168.31.0 – 192.168.31.31
2.192.168.31.32 – 192.168.31.63
3.192.168.31.64 – 192.168.31.95
4.192.168.31.96 – 192.168.31.127
5.192.168.31.128 – 192.168.31.159
6.192.168.31.160 – 192.168.31.191
7.192.168.31.192 – 192.168.31.223
8.192.168.31.224 – 192.168.31.255

B.      Contoh 2 : SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Lakukan subnetting pada sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/27 !
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /27 berarti 11111111.11111111.11111111.11100000 (255.255.255.224).
1.       Jumlah Subnet = 2^x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 2^3 = 8 subnet.
2.       Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. 2^5 – 2 = 30 Host.
3.       Blok Subnet = 256 – nilai oktet terakhir subnet mask = 256 – 224 = 32 (kelipatan 32 hingga total 8 subnet/tidak melebihi 255). Subnet berikutnya adalah 32+32= 64 , lalu 64+32= 96 dst . Subnet lengkapnya 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224.
4.       host dan broadcast yang valid?

C.      Contoh 3 : SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Kita coba subnetting pada IP Address class B. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah CIDR /17 sampai /30 . Untuk CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.

Dari pada bingung, kita pakai contoh aja:
Kita coba hitung dengan subnetmask /17 sampai /24 dulu. Contoh NETWORK ADDRESS 172.16.0.0/17
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
1.       Jumlah Subnet = 2^x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet.
2.       Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 2^14 – 2 = 16.382 host
3.       Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4.       Alamat host dan broadcast yang valid?
Kesimpulan :
Komputer yang dapat saling terhubung dengan komputer lain adalah komputer yang berada pada satu subnet mask. Apabila tedapat dua komputer yang berada pada subnet mask yang berbeda maka komputer tersebut tidak dapat terhubung. Semakin banyak subnetnya maka akan semakin sedikit jumlah hostnya. Proses subnet mask tersebut disebut subnetting.

Komputer dapat terhubung apabila :
– Net ID sama
– Host ID berbeda
– Broadcast sama
– Netmask sama


Universitas Kuningan

DNS (Domain Name System)


A.      Apa Itu DNS ?
Domain Name System atau yang biasa disingkat dengan DNS adalah sebuah sistem yang memiliki fungsi untuk menterjemahkan alamat IP ke nama domain atau sebaliknya, dari nama domain ke alamat IP. DNS berguna untuk melakukan komunikasi data di jaringan internet yang sangat luas.
B.      Fungsi DNS ?
DNS tentunya memiliki fungsi tersendiri dalam jaringan internet. Di antaranya:
a.       Melakukan identifikasi alamat komputer dalam suatu jaringan : setiap komputer yang terhubung dengan internet pasti memiliki alamat IP tersendiri. Dengan adanya DNS, maka jaringan internet kemudian dapat memetakan komputer tersebut sebagai bagian kecil yang terhubung dalam jaringan.
b.      Melakukan pendataan server email : DNS akan memonitoring data-data dari setiap kali server mail bekerja baik untuk menerima atau meneruskan sebuah email.
c.       Mentranskripsikan nama domain menjadi IP address : tiap website di internet memiliki domain tersendiri, seperti .com, .org, .id, dan sebagainya. DNS dapat menerjemahkan domain menjadi IP Address dan sebaliknya.
C.      Cara Kerja DNS Seperti Apa?
Ketahui dulu ini:
1.       DNS Resolver: DNS resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Jika ada, maka data itu kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai.
2.       Recursive DNS Server: adalah pihak yang melakukan pencarian melalui DNS berdasarkan permintaan resolver, kemudian memberikan jawaban pada resolver tersebut.
3.       Recursive DNS server: adalah pihak yang melakukan pencarian melalui DNS berdasarkan permintaan resolver, kemudian memberikan jawaban pada resolver tersebut.
Baik, kalo udah tahu.. berikut cara kerjanya:
-          DNS Resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS. Jika alamat host yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai.
-          DNS Resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh esolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Jika ada, maka data itu kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai.
-          DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah ditentukan oleh pengguna.
-          DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah ditentukan oleh pengguna.
-          DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah ditentukan oleh pengguna.
-          Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Jika sudah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan ke client (melalui web browser).


Universitas Kuningan

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)


A.      Apa itu DHCP?
Dynamic Host Configuration Protocol atau DHCP, adalah suatu protokol client atau server yang memiliki fungsi untuk membuat dan menyewakan alamat IP secara otomatis kepada komputer client atau host client baik itu secara massal atau per unit. Selain pembuatan alamat IP, DHCP ini juga mampu memberikan default gateway, DNS, hostname, dan domain name secara otomatis. Ada 2 arsitektur dalam menjalankan cara kerja DHCP ini, yaitu:
1.       DHCP Server, adalah suatu perangkat engine yang dapat menyediakan alamat IP, DNS, default gateway dan berbagai informasi TCP/IP lainnya untuk komputer client yang memintanya. Sistem operasi komputer yang menyediakan layanan DHCP server ini seperti Windows NT server, windows 2003 server, GNU atau linux.
2.       DHCP Client, adalah suatu perangkat client yang mengoperasikan perangkat lunak DHCP client sehingga dapat tersinkronisasi dengan DHCP server untuk menerima alamat IP,DNS, dan default gateway secara otomatis. Komputer client biasanya terhubung dengan DHCP server seperti diantaranya windows NT workstation, windows 2000 professional, windows XP, windows vista, windows 7, windows 8, windows 10 dan linux.
B.      Fungsi DHCP buat apa sih?
a.       DHCP digunakan oleh network administrator untuk mengelola jaringan komputer dan pengalamatan IP address secara otomatis.
b.      DHCP digunakan untuk memberikan layanan penyawaan IP address secara otomatis kepada komputer client yang tersambung dengan server.
c.       DHCP mempercepat kinerja komputer client dalam proses pengiriman atau pengolahan data.
d.      DHCP mempercepat kinerja komputer client dalam proses pengiriman atau pengolahan data.
e.      DHCP mampu melayani penyewaan network dalam jumlah massal.
C.      Cara Kerja DHCP itu bagaimana?
Sistem kerja DHCP server dalam menyewakan alamat IP kepada DHCP client ini memiliki beberapa tahap. Berikut ulasan cara kerja DHCP yang ada pada umumnya :
1.       IP Least Request: DHCP mampu melayani penyewaan network dalam jumlah massal.
2.       IP Least Offer: DHCP mampu melayani penyewaan network dalam jumlah massal.
3.       IP Lease Selection: DHCP mampu melayani penyewaan network dalam jumlah massal.
4.       IP Lease Acknowledge: DHCP mampu melayani penyewaan network dalam jumlah massal.


Universitas Kuningan